Shirakawa-Go

Shirakawa-go merupakan desa kecil bersejarah di sepanjang lembah Sungai Shogawa di daerah Gifu. Bersama dengan tetangganya Gokayama di daerah Toyama, merupakan warisan budaya UNESCO sejak 1995. Desa ini terkenal dengan rumah berbentuk khas yang disebut Gassho-zukuri. Arti dari ‘gassho’ adalah tangan terkatup dalam posisi berdoa, serupa dengan bentuk atap dari rumah-rumah di daerah ini.  Rumah-rumah yang berada di desa ini sudah tua, bahkan ada yang telah berumur 250 tahun.

Desa terbesar di daerah Shirakawa-go adalah Ogimachi, merupakan satu-satunya desa yang paling mudah dicapai dari kota Takayama ataupun Kanazawa. Desa-desa lainnya agak lebih sulit dicapai dengan transportasi umum.

Dari Kanazawa ke Ogimachi terdapat 3x jadwal keberangkatan bus setiap harinya, dengan biaya ¥.1,800.- per sekali jalan (harus reservasi paling tidak sehari sebelumnya), dengan jarak tempuh 70min.

Dari Takayama ke Ogimachi terdapat 7x jadwal keberangkatan bus setiap harinya (5x langsung), biaya per sekali jalan ¥.2,400.- juga harus reservasi terlebih dahulu, dengan jarak tempuh 50min (yang langsung).  untuk jadwal keberangkatan bus menuju Shirakawa-go dapat dilihat di sini: nohibus

Semua bus dari Takayama ataupun Kanazawa akan berhenti di Shirakawa-go bus stop, dari situ bisa berjalan kaki melalui jembatan untuk memasuki desa Ogimachi.

jembatan untuk masuk ke desa Ogimachi

jembatan untuk masuk ke desa Ogimachi

IMG_0452_resize

bentuk rumah gassho-zukuri

kincir air imut

kincir air imut

IMG_0481_resize

menara bel desa

IMG_0504_resize

desa Ogimachi dari puncak salah satu bukit

shirakawa-go juga terkenal dengan sake nya... produksi lokal dari Kuil Hachiman di desa ini...

shirakawa-go juga terkenal dengan sake nya… produksi lokal dari Kuil Hachiman di desa ini…

IMG_0491_resize_resize

Ogimachi sekarang adalah desa turis, banyak dijumpai toko-toko souvenir di setiap sudutnya. Dan siang hari biasanya ramai dengan turis-turis lokal.  Salah satu cendera mata khas dari daerah Gifu adalah boneka sarubobo. ‘saru’ artinya monyet, merupakan boneka yang menggambarkan monyet merah tanpa wajah, yang biasa diberikan kepada pasangan yang sedang menantikan bayi mereka, sebagai ucapan selamat dan doa agar bayi yang dilahirkan nanti sehat.

sarubobo .. unyuu... hehehhe

sarubobo .. unyuu… hehehhe

tetapi sekarang ini sarubobo sudah dijual dengan berbagai warna, dengan artinya sendiri-sendiri, seperti merah jambu untuk keberhasilan percintaan, kuning untuk rejeki dan keuangan, hijau untuk kesehatan, dll… :D

IMG_0533_resize

sarubobo pink dan kuning

Di sini juga terdapat kedai-kedai kecil yang menjual makanan ringan seperti kue beras ketan, taiyaki khusus berbentuk gassho-zukuri, dan sate sapi hida yang yummie… ;)

IMG_0493_resize

kue beras ketan… cemilan yg beraaatt….

IMG_0541_resize_resize_resize

taiyaki dengan isi azuki dan custard… yummieee

Kunjungan ke Shirakawa-go belum lengkap tanpa menginap di salah satu rumah gassho-zukuri. Penginapan di sini tergolong cukup mahal untuk kantong backpacker, tetapi kalau dihitung dengan pengalamannya, serta sudah termasuk makan malam dan pagi yang wah, harga nya jadi terasa wajar saja :D

Penginapan untuk di Shirakawa-go dapat di book melalui site: Japanese guesthouses

Harga penginapan berkisar antara ¥.8,500 – 15,000 per orang per malam, sudah termasuk makan pagi dan malam. Semua penginapan di desa ini selalu memasukkan makan malam dan pagi, karena restaurant dan toko yang ada semua tutup pk.17.00.

penginapan Kanja

penginapan Kanja

menu makan malam di penginapan Kanja, menyajikan sapi hida yang dimasak dengan saos miso dengan tatakan daun magnolia... slurpiiee... hihihih

menu makan malam di penginapan Kanja, menyajikan sapi hida yang dimasak dengan saos miso dengan tatakan daun magnolia… slurpiiee… hihihih

pemanas ruangan

pemanas ruangan

Musim yang paling bagus untuk mengunjungi Shirakawa-go adalah musim dingin, dimana pemandangan desa menjadi sangat cantik :D sayang kami datang sewaktu musim gugur… mungkin nanti kembali lagi ke sini pada musim dingin, saat rumah-rumah gassho-zukuri nya tertutup oleh salju putih hihihihi… Hanya saja dalam musim dingin salju nya bisa mencapai tinggi 2m, sehingga jalan menuju desa ini bisa tertutup untuk sekian hari… hiks… tapi patut dicoba hohohoh… :D

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>