Miyajima

Miyajima adalah pulau di laut dalam Jepang, terletak di barat laut pelabuhan Hiroshima. Nama asli pulau ini adalah Itsukushima, tetapi lebih popular dengan nama Miyajima yang berarti pulau kuil-kuil. Sejak dulu penduduk Miyajima sangat menghormati alam. Lansekap pulau ini dan gunung Misen dikelilingi oleh hutan alam yang lebat, yang bahkan tetap gelap di siang hari, memberikan nuansa kebesaran alam yang dirasakan oleh penduduk setempat. Sampai sekarang pun di pulau ini tidak terdapat kota besar, hanya kota kecil dengan rumah-rumah yang sederhana serta took-toko kecil.

Miyajima terkenal dengan kuil Itsukushima, yang masuk dalam daftar warisan budaya dunia UNESCO. Menurut sejarah, kuil ini didirikan oleh Saeki Kuramoto yang merupakan orang yang berpengaruh dalam pemerintahan Kaisar wanita Suiko di tahun 593.

Kuil Itsukushima

Kuil Itsukushima

IMG_4882_resize

tumpukkan sake kuil

tumpukkan sake kuil

Di jaman Heian tahun 1146, Tairo no Kiyomori, mendapat mimpi bahwa jika ia membangun kuil Itsukushima, dia akan mendapatkan kedudukan tinggi pemerintahan. Dengan berpatokan pada mimpi itu, ia pun membangun kuil Itsukushima yang megah, serta memperkenalkan tarian Bugaku dari kuil Shitennoji di Osaka. Mulai saat itu, banyak pembesar dari Kyoto datang dan beribadah di kuil Itsukushima, bahkan keluarga kaisar.

Pada periode akhir era Kamakura mulailah pendeta-pendeta Shinto datang dan menetap di pulau ini, diikuti oleh orang sipil.

Pada periode Sengoku (perang sipil) tahun 1555, Mori Motonari berhasil mengalahkan Sue Harukata dalam perang Miyajima (Itsukushima Gassen), dimana perang ini terkenal sebagai salah satu dari 3 perang dengan taktik serangan menyelinap yang paling terkenal di Jepang. Seusai perang, Mori Motonari bersama putranya Takamoto, mendirikan kuil tenjinsha, membangun ulang jembatan Soribashi dan torii besar kuil ini; mengganti lantai dari kompleks kuil. Mereka memberikan kontribusi besar dalam perkembangan kuil Itsukushima.

Di periode selanjutnya, Toyotomi Hideyoshi menambahkan bangunan Senjo-kaku di bukit di atas dari kuil Itsukushima.

Pada jaman Edo, pendeta Senshin yang tadinya mempunyai toko beras, beralih menjadi pendeta Budha di Miyajima Myoko-in. Dia yang memberikan ide pada para penduduk untuk membuat sendok nasi kayu dengan bentuk gitar biwa (alat musik dewi Benten dalam agama Shinto), untuk menjadi usaha industri kerajinan di Miyajima.

 O-Shakushi.. sendok nasi terbesar yang dibuat di tahun 58 era Showa… dibuat agar usaha kerajinan di Miyajima selalu sukses… juga sekarang ini merupakan symbol dari Miyajima… menghabiskan waktu 2 tahun dan 10 bulan untuk menyelesaikannya…dan sempat disimpan di gudang penyimpanan selama 14 tahun karena penduduk belum menemukan tempat untuk memamerkannya…panjang shakushi ini 7.7m, dengan lebar terbesar 2.7m, berat 2.5 ton, bahan diambil dari pohon zelkova yang telah berumur 270 tahun yang tingginya 13m


O-Shakushi.. sendok nasi terbesar yang dibuat di tahun 58 era Showa… dibuat agar usaha kerajinan di Miyajima selalu sukses… juga sekarang ini merupakan symbol dari Miyajima… menghabiskan waktu 2 tahun dan 10 bulan untuk menyelesaikannya…dan sempat disimpan di gudang penyimpanan selama 14 tahun karena penduduk belum menemukan tempat untuk memamerkannya…panjang shakushi ini 7.7m, dengan lebar terbesar 2.7m, berat 2.5 ton, bahan diambil dari pohon zelkova yang telah berumur 270 tahun yang tingginya 13m

ok... yang ini bentuk mungil nya hihihihi... bisa dibawa pulang untuk cendera mata dari miyajima ...

ok… yang ini bentuk mungil nya hihihihi… bisa dibawa pulang untuk cendera mata dari miyajima …

Tahun 1923, keseluruhan Miyajima diputuskan oleh pemerintah sebagai peninggalan sejarah penting Jepang. Tahun 1950 Miyajima bersama Atomic Bomb Dome di Hiroshima di registrasi bersama-sama untuk masuk dalam daftar warisan budaya UNESCO.

Salah satu yang menarik dari pulau Miyajima adalah gerbang Torii yang seolah-olah mengapung di laut (jika air pasang). Torii merah ini seakan menyambut para peziarah yang datang ke Miyajima (termasuk turis sekarang ini heheh). Pemandangan torii ini menjadi salah satu pemandangan terindah dari 3 pemandangan terindah di Jepang. (2 lagi, Matsushima dan Amanohashidate).

the floating torii of Miyajima...

the floating torii of Miyajima…

Untuk mencapai Miyajima, dari stasiun Hiroshima, gunakan tram line 2 menuju stasiun Miyajimaguchi (lebih lambat dari kereta, ¥.270); atau gunakan JR Sanyo line sampai Miyajimaguchi (20min, ¥.400). Dari Miyajimaguchi station, jalan kaki menuju pelabuhan, kemudian dengan ferry 10min sampai di pelabuhan Miyajima (¥.170). Setibanya di pelabuhan Miyajima, berjalan kaki 10min untuk mencapai kuil Itsukushima. Biaya masuk ¥300 (¥.500 jika sekalian ingin masuk ke treasury hall nya)

ferry dari hiroshima ke miyajima

ferry dari hiroshima ke miyajima

rusa-rusa yang berkeliaran bebas di Miyajima... begitu keluar dari pelabuhan langsung disambut mereka hohohoho imyuuut

rusa-rusa yang berkeliaran bebas di Miyajima… begitu keluar dari pelabuhan langsung disambut mereka hohohoho imyuuut

Selain mengunjungi Kuil Itsukushima, pengunjung dapat pula menuju puncak dari gunung Misen. Dari kuil Itsukushima, bisa jalan kaki lagi 10min untuk menuju stasiun ropeway untuk menuju gunung Misen (ropeway terakhir pk. 4 sore). Atau dari kuil 5min jalan kaki menuju kuil Daisho-in, dari situ ambil rute jalan kaki (Daisho incourse selama 2jam).Yang perlu diperhatikan jika ingin jalan kaki, hati-hati terhadap ular yang terkadang muncul di musim semi dan panas, serta lebah.

IMG_8278_resize

IMG_4905_resize

pemandangan dari gunung Misen

pemandangan dari gunung Misen

IMG_4918_resize

Jika ingin naik gunung Misen, lebih baik mengambil Miyajima free pass. Pass ini berlaku untuk 2 hari pemakaian di Miyajima (termasuk ropeway), ferry pp Hiroshima – Miyajima, serta pemakaian tram dan kereta di Hiroshima. (lebih murah, karena ropeway pp saja sudah ¥.1,800). Pass ini tersedia di Hiroshima tourist office, juga terkadang tersedia di trams.

Yang terkenal juga di Miyajima adalah oyster… sluurrrp… ini khusus pada musim dingin. Setiap tahunnya, pada akhir minggu ke 2 bulan Februari terdapat bazaar oyster di depan dermaga Miyajima, pada saat itu harga oyster bisa turun sampai 50%. woow… <3<3<3

walaupun bukan waktunya bazaar oyster, sepanjang musim dingin banyak ditemukan kedai-kedai yang menjual oyster panggang di sepanjang jalan menuju kuil Itsukushima.

walaupun bukan waktunya bazaar oyster, sepanjang musim dingin banyak ditemukan kedai-kedai yang menjual oyster panggang di sepanjang jalan menuju kuil Itsukushima.

oyster-oyster yang siap dipanggang... yummm...

oyster-oyster yang siap dipanggang… yummm…

oyster panggan siap disantap... lebih enak daripada yang disajikan di sapporo... yang paling enak lagi jika menggunakan saos lemon... waaawww... slurrpieeeh tingkat maha... hohohoho.... mpe nambah lah pastinya teehee...

oyster panggan siap disantap… lebih enak daripada yang disajikan di sapporo… yang paling enak lagi jika menggunakan saos lemon… waaawww… slurrpieeeh tingkat maha… hohohoho…. mpe nambah lah pastinya teehee…

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>