Ohara

Ohara adalah pedesaan kecil yang berada di pegunungan utara Kyoto. Udaranya yang lebih dingin daripada pusat Kyoto menjadikan nya tempat liburan di musim panas. Ohara di musim gugur dan dingin menjadi tempat popular untuk dikunjungi. Pada musim gugur tempat ini dipenuhi oleh merahnya dedaunan momiji (maple), sedangkan pada musim dingin para pengunjung dapat menikmati berendam di mata air panasnya.

welcome to rural town of ohara... hiihihihi

welcome to rural town of ohara… hiihihihi

IMG_4732_resize

IMG_4662_resize

Yang paling terkenal di Ohara adalah Kuil Sanzen-in, kuil yang dikeliling area pepohonan yang rimbun, serta taman lumut nya memberikan nuansa menenangkan dan segar. Kuil ini merupakan kuil Budha aliran sekte Tendai, didirikan oleh Saicho yang memperkenalkan aliran Tendai ini di Jepang pada tahun 804. Biaya masuk ke kuil ini ¥.700.

IMG_8075_resize

IMG_4700_resize

IMG_4697_resize

IMG_4694_resize

IMG_4702_resize

Kuil Shorin-in, kuil yang juga dari sekte tendai ini didirikan di tahun 1013 oleh Jakugen. Hall utama nya didirikan dalam periode Edo, di dalam nya terdapat patung Amida Buddha. Biaya masuk ke kuil ini ¥.300.

IMG_4713_resize

Kuil Hosen-in dengan keindahan taman nya merupakan kuil yang dibangun pada jaman Heian sebagai tempat menginap bagi para peziarah. Di taman kuil ini terdapat pohon pinus yang telah berumur 700 tahun, dan pengunjung dapat menikmati keindahan pohon pinus ini dari ruang tatami sambil menikmati teh hijau dan kue tradisional Jepang yang disajikan. Biaya masuk ¥.800 sudah termasuk sajian teh hijau dan kue. Juga terdapat taman dengan pohon-pohon maple yang indah memerah pada musim gugur.

IMG_4717_resize

Selain ke 3 kuil tersebut masih terdapat kuil lainnya:

  • Kuil Jakkoin – berdiri sekitar tahun 600an, terkenal karena dulu sering menjadi biara bagi para kaisara wanita yang telah pension. Biaya masuk ¥.600.
  • Kuil Jikkoin – letaknya di seberang Sanzen-in, kuil lain dengan taman yang indah. Biaya masuk ¥.700 sudah termasuk teh hijau dan kue.
  • Kuil Raigoin – letaknya agak jauh di dalam hutan. Kuil ini didirikan di pertengahan abad ke 9, hall utamanya dan menara lonceng nya berasal dari jaman Muromachi, dan pagoda batu kecilnya didirikan pada jaman Kamakura. Biaya masuk ¥.300.

IMG_4721_resize

Tahun 2004 diadakan pengeboran di Ohara yang memungkinkan ryokan di kota ini mengakses mata air panas yang berada beberapa kilometer di dalam tanah. Saat ini terdapat 2 ryokan dekat Jakkoin dan 1 ryokan dekat Sanzenin dimana pengunjung dapat bermalam dan menikmati onsen. Untuk pengunjung yang tidak bermalam, onsen ini juga menyediakan paket onsen dan makan siang.

IMG_4724_resize

Para wanita Ohara dulu dikenal selalu mengenakan pakaian tradisional untuk bertani, mereka disebut Ohara-me. Mereka mengenakan kimono warna biru tua, celemek, sarung tangan putih, serta handuk putih untuk menutupi rambut mereka yang ditata penuh ornamen. Keunikan kostum Ohara-me ini disebut telah menarik perhatian orang-orang Kyoto sekitar abad 12. Dan dulu para Ohara-me ini sering terlihat berjalan dengan membawa setumpuk kayu bakar ataupun bunga di atas kepala mereka untuk dijual. Sekarang ini turis yang datang ke Ohara dapat mencoba kostum Ohara-me dengan menghubungi Ohara Tourist Association. Biaya ¥.2,000.

patung ohara-me hihihihi imut...

patung ohara-me hihihihi imut…

Ohara terkenal sebagai salah satu penghasil terbesar acar Jepang daerah Kyoto. Di sini terdapat pabrik dimana pengerjanya masih menggunakan cara-cara tradisional untuk membuat acar Jepang. Di Ohara terdapat perkebunan shiso yang besar, shiso ini tumbuhan di Jepang yang merupakan bahan utama untuk pembuatan acar Jepang, warna ungu dari acar Jepang diperoleh dari daun tanaman ini.

Untuk cemilan nya, terdapat aisu kyuri (ice kyuri), yaitu acar ketimun jepang yang direndam larutan yang diberi rumput laut dan bumbu-bumbu lainnya. Rasanya woow segar… walaupun di tengah musim dingin hihihihi… Selain ketimun, juga terdapat lobak yang dibuat seperti aisu kyuri.

gentong-gentong penjual aisu kyuri... di musim dingin cuma sedikit yang menjual cemilan ini... hiks

gentong-gentong penjual aisu kyuri… di musim dingin cuma sedikit yang menjual cemilan ini… hiks

untung masih nemu jg... hihihihihi

untung masih nemu jg… hihihihihi

Tak jauh dari tempat perhentian bus Ohara, terdapat restaurant vegetarian, di sini pengunjung dapat menikmati tahu khas Kyoto yang rasanya sangat lembut…

tahunya lembut banget... so yummieee... walopun cuma direbus... hihihihi

tahunya lembut banget… so yummieee… walopun cuma direbus… hihihihi

Juga ochazuke… yaitu nasi yang dituang teh… :D makanan ini pertama kali popular dari jaman Heian, dimana digunakan air untuk dituang pada nasinya. Pada jaman Edo baru dimulai penggunaan teh.

paket ochazuke... +beragam japanese pickles n agedashi tofu... nyaaam jugaa...

paket ochazuke… +beragam japanese pickles, tamago, salmon n agedashi tofu… nyaaam jugaa…

Di Kyoto ochazuke dikenal dengan nama bubuzuke. Ketika orang asli Kyoto menanyakan pada tamunya, apakah tamunya ingin mencicipi bubuzuke, itu artinya si tamu sudah kelamaan tinggal di situ, dan diminta secara halus untuk pergi hohohoho… >:D

ochazuke yang telah dituang teh...

ochazuke yang telah dituang teh…

Di Ohara juga terdapat beberapa toko soft senbe yang yummie… +sakura senbe terenak yang ada di jepun selama ini hahahhaha…. bikin ngidam huhuhu…

berbagai rasa soft senbei...

berbagai rasa soft senbei…

sakura senbei nya ohara... top abiiieesss... hahhahah

sakura senbei yg dibeli di ohara… top abiiieesss… hahhahah

Untuk menuju Ohara, gunakan bus dari depan stasiun Kyoto (bus stop no. C3 untuk Kyoto bus no. 17 atau 18 ke Ohara (sekitar 60min perjalanan, biaya ¥.580). Atau gunakan Karasuma Subway dari Kyoto station sampai ke terminal akhir di utara, stasiun Kokusaikaikan (20min, ¥.280) dilanjutkan dengan menggunakan Kyoto bus no.19 dari depan stasiun Kokusaikaikan untuk mencapai Ohara (20min, ¥.340, bus berangkat setiap 40min).

Untuk orientasi di Ohara, dapat dilakukan dengan berjalan kaki. Hampir semua tempat berada tidak jauh dari tempat perhentian bus Ohara.

IMG_4725_resize

 

2 Responses to Ohara

  1. Pingback: Gregory Smith

  2. Pingback: Vanessa Smith

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>