Arashiyama & Oku-Saga

Arashiyama (Sagano) berada di bagian barat dan lebih ke utara lagi dari Arashiyama kita dapat tiba di Oku-Saga yang berada di barat laut Kyoto. Daerah ini kurang begitu terkenal dibandingkan bagian kota Kyoto lainnya. Tetapi tempat ini telah menjadi salah satu tempat popular untuk turis local sejak jaman Heian, ketika itu para pembesar istana datang untuk menikmati keindahan alam terutama saat musim semi dan gugur.

Saat ini Jembatan Togetsukyo yang berada di Arashiyama merupakan salah satu tempat favorit untuk menikmati ke 2 musim itu. Jembatan yang merupakan icon dari daerah Arashiyama, aslinya dibangun pada masa Heian, rekonstruksi terbarunya dilakukan tahun 1930an.

Jembatan Togetsukyo

Jembatan Togetsukyo

di sepanjang tepi sungai banyak orang lokal yang asik melukis dan menikmati keindahan musim gugur...

di sepanjang tepi sungai banyak orang lokal yang asik melukis dan menikmati keindahan musim gugur…

Kuil Tenryuji merupakan kuil terbesar di daerah Arashiyama. Kuil ini merupakan salah satu dari 5 kuil Zen terbesar di Kyoto, dan termasuk salah satu dari daftar peninggalan warisan dunia. Kuil ini dibangun di tahun 1339 oleh shogun Ashikaga Takauji dipersembahkan kepada arwah Kaisar Go Daigo yang baru meninggal, dengan maksud untuk mendamaikan arwah sang kaisar, menindaklanjuti perseteruan keduanya setelah berhasil menjatuhkan pemerintahan bakufu Kamakura.

Kuil Tenryuji buka dari pk. 08.30 – 17.30 (atau 17.00 dari Oct-Mar), dengan biaya masuk ¥.500 untuk sampai ke tamannya, +¥.100 jika ingin memasuki bangunan kuil.

IMG_1727_resize

Tak jauh dari Kuil Tenryuji terdapat hutan bamboo yang menjadi salah satu atraksi di daerah Arashiyama. Nonomiya-jinja yang berada di antara hutan bamboo, merupakan kuil kecil yang banyak dikunjungi oleh gadis muda, karena dipercaya disini bersemayam dewa yang mengatur perjodohan dan pernikahan… :D (tanpa biaya masuk)

IMG_1743_resize

papan doa yang disebut ‘ema’ digantungkan di bagian depan kuil setelah didoakan.. berisi permohonan… menurut kepercayaan Shinto, nantinya dewa-dewa (kami) akan menerima permohonan ini untuk dikabulkan…

gad

IMG_1749_resize

kebun lumut di nonomiya jinja

Di daerah Arashiyama terdapat 3 kuil lain yang cukup besar, Jojakkoji dari abad ke 16 (¥.400) dan Nison-in kuil sekte Tendai dari abad 9 (¥.500) dan Gioji (¥.300) yang mempunyai taman lumut yang indah.

Dari sini lebih ke utara lagi terdapat Sagano Japanese Folk Doll Museum. Museum boneka yang menyimpan sekitar 200.000 boneka, terutama dari jaman Edo. Terdapat 10.000 boneka yang dipamerkan secara rutin, sebagian dipamerkan pada waktu-waktu tertentu. Biaya masuk ¥.800, tutup hari Selasa.

patung mekanik dari jaman edo... bagus sekaligus agak menyeramkan...

boneka mekanik dari jaman edo… bagus sekaligus agak menyeramkan…

boneka bunraku

boneka bunraku

ok... yg ini serem beneran gak da imut2nya hahahhaha weew

ok… yg ini serem beneran gak da imut2nya hahahhaha weew

Memasuki daerah Oku-Saga, jalan-jalan lebih sepi dibanding di daerah Arashiyama. Daerah ini bukan daerah turis umum, tetapi justru menyajikan nuansa Jepang yang lebih kental. Di sini terdapat toko souvenir kecil yang menjual kerajinan dari kepompong ulat sutera. Lucu dan unik.. ;)

IMG_1873_resize

toko mungil yang menjual boneka-boneka dari kepompong ulat sutera

toko mungil yang menjual boneka-boneka dari kepompong ulat sutera

ini dia boneka-bonekanya.... imuuuuttt.... menggemaskan... hahahha

ini dia boneka-bonekanya…. imuuuuttt…. menggemaskan… hahahha

ini ceritanya rombongan pendeta... hihihihi

ini ceritanya rombongan pendeta… hihihihi

pesta panen?? mgkn...

para wanita…

Kuil Adashino Nenbutsu-ji, merupakan kuil yang didirikan 1200 tahun yang lalu oleh pendeta terkenal Kukai (Kobo-daishi), untuk mendoakan arwah-arwah yang pernah dikuburkan di daerah Adashino sini. Kemudian pada abad ke 12, Honen membuka tempat doa di sini untuk melantunkan Nenbutsu (doa Buddha) sehingga kuil ini disebut Nenbutsu-ji. Di akhir abad ke 19, pendeta-pendeta dari kuil ini mengumpulkan batu-batu makam yang ada di sekitar area kuil dan disatukan di halaman kuil. Salah satu tempat yang menarik di kuil ini adalah hutan bamboo nya yang lebih rapi dibandingkan hutan bamboo di dekat Kuil Tenryuji, serta yang pasti lebih sepi turis :D Biaya masuk ¥.500.

batu-batu bekas makam yang dikumpulkan di kuil Adashino Nenbutsu-ji

batu-batu bekas makam yang dikumpulkan di kuil Adashino Nenbutsu-ji

IMG_1892_resize

dan ini hutan bambu di Adashino nenbutsu-ji... rapi... sepi...

dan ini hutan bambu di Adashino nenbutsu-ji… rapi… sepi…

Saga Toriimoto satu dari 3 daerah yg dilestarikan di Kyoto...

Saga Toriimoto satu dari 3 daerah yg dilestarikan di Kyoto…

Ichi-no-Torii... merupakan gerbang pertama yang menyambut para peziarah untuk mulai mendaki gunung menuju kuil di puncaknya...

Ichi-no-Torii… merupakan gerbang pertama yang menyambut para peziarah untuk mulai mendaki gunung menuju kuil di puncaknya…

Di ujung Oku-Saga, sebelum terowongan, terdapat Kuil Otagi Nenbutsu-ji. Kuil ini awalnya disebut Otagi-ji, dibangun di daerah distrik Otagi (di bagian pusat Kyoto sekarang ini) oleh Kaisar wanita Shotoku di akhir abad ke 8. Pada awal masa Heian, kuil ini tersapu banjir besar dari sungai Kamo. Kemudian dibangun lagi oleh Senkan Naigu dari sekte Tendai Buddha di abad 10. Tahun 1922, kuil ini dipindahkan ke daerah Oku-Saga untuk memelihara bangunannya.

IMG_1923_resize

Sambo-no Kane... 3 bell yang mewakili Buddha, dharma (hukum) dan para imam. Dentingan ke 3 nya sekaligus, dikatakan dapat menyampaikan permohonan kita langsung ke Buddha...

Sambo-no Kane… 3 bell yang mewakili Buddha, dharma (hukum) dan para imam. Dentingan ke 3 nya sekaligus, dikatakan dapat menyampaikan permohonan kita langsung ke Buddha…

Halaman kuil ini sekarang dihiasi dengan 1200 patung Rakan, patung batu yang mewakili murid Buddha. Patung-patung ini dibuat antara tahun 1981-1991, oleh para peziarah dari berbagai daerah di Jepang dan pendeta-pendeta kuil, dengan bantuan pemahat professional Nishimura Kocho. Biaya masuk ¥.300.

patung-patung rakan... yang kawaii di siang hari... dan agaknya kowai di malam hari hohohoho

patung-patung rakan… yang kawaii di siang hari… dan agaknya kowai di malam hari hohohoho

beragam ekspresi...

beragam ekspresi…

IMG_1927_resize

IMG_1935_resize

termasuk muka bahagia yang satu ini...

termasuk muka bahagia yang satu ini…

ada jg yang unyu... hihihihi

ada jg yang unyu… hihihihi

 

Untuk menuju daerah Arashiyama dapat menggunakan kereta jalur JR Sagano dari stasiun Kyoto menuju Stasiun Saga-Arashiyama (waktu tempuh 15min, ticket ¥.230). Dari stasiun JR Saga-Arashiyama berjalan kaki menelusuri daerah Sagano dan Oku-Saga kira-kira berjalan santai selama 4-5jam termasuk kunjungan. Dari seberang Otagi Nenbutsu-ji (Otagiji-mae), dapat menggunakan bus Kyoto #72 untuk kembali ke Stasiun Kyoto (sekitar 50min perjalanan jika tidak macet, biaya ¥.270).

Jika ingin mengunjungi Otagi Nenbutsu-ji terlebih dahulu arah sebaliknya dari rute di atas, ataupun ingin menggunakan bus menuju perhentian Arashiyama tak jauh dari jembatan Togetsukyo, berarti dari Kyoto Station bus stop C6 naik Kyoto bus #72.

IMG_1731_resize

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>